Subscribe:

Minggu, 30 Oktober 2011

Cara Mencegah Hotlink Menggunakan File ".htaccess"


Yang dimaksud Hotlinking di sini berarti suatu tindakan seseorang yang melinking objek non-HTML dari satu situs asal ke situs lain pada server yang berbeda, dengan subjek linking antara lain file gambar, video dan lain sebagainya. Dampak langsung dari hotlink ini akan akan terlihat pada melonjaknya pemakaian bandwidth anda. Anda dapat mencegah tindakan hotlinking ini dengan cara menggunakan file ".htaccess".
Jika anda sebelumnya sudah mempunyai file ".htaccess", maka cukup dengan menyisipkan kode di bawah pada file ".htaccess" yang sudah ada. Jika belum, buatlah file ".htaccess" baru menggunakan kode di bawah, kemudian upload ke direktori atau sub direktori webserver anda jika menginginkan pencegahan hotlinking ini diterapkan pada folder yang berlainan.

Peringatan:

.htaccess merupakan file konfigurasi yang sangat berpengaruh terhadap suatu website. Meskipun mungkin anda secara tidak sengaja melupakan hal yang sepele (lupa menambahkan spasi misalnya) dapat menyebabkan halaman website tidak akan terbuka (berfungsi) sama sekali.

Dikarenakan .htaccess merupakan file sistem yang tersembunyi, pastikan software ftp anda terkonfigurasi untuk menampilkan file-file yang tersembunyi.  Biasanya opsi ini dapat anda temukan pada menu "Preferences / Options" program FTP anda.
Khusus untuk pengguna yang ingin membuat file ".htaccess" baru, langkah pertama buatlah file text kosong menggunakan software text editor (notepad misalnya), kemudian simpan dengan nama "htaccess.txt". Setelah selesai & semua command (perintah) sudah ditulis dengan benar, upload ke webserver anda. Jangan lupa rename file "htaccess.txt" menjadi ".htaccess".

Catatan: 

Alasan mengapa anda harus menyimpan file tersebut dengan nama "htaccess.txt" adalah karena sebagian besar sistem operasi dan program FTP secara default tidak dapat mengenali (membaca) file ".htaccess". Setelah file "htaccess.txt" berhasil diupload ke webserver, rename file "htaccess.txt" menjadi ".htaccess".
Gunakan perintah-perintah di bawah ini untuk mencegah hotlinking ke situs anda:
  1. Ganti text "indoglobaltech.com" pada baris ke tiga dengan nama domain anda:
    RewriteEngine on
    RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
    RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)?indoglobaltech.com/.*$ [NC]
    RewriteRule \.(gif|jpg|jpeg|bmp|zip|rar|mp3|flv|swf|xml|php|png|css|pdf)$ - [F]
  2. Menampilkan konten peringatan jika orang terdeteksi melakukan hotlinking ke situs anda.

    Anda dapat menampilkan konten peringatan yang akan ditampilkan pada situs orang yang melakukan hotlinking jika tindakan hotlinking ini terdeteksi. Umumnya hal ini dilakukan dengan menampilkan gambar berisi tulisan peringatan "Dilarang Hotlinking", menampilkan gambar orang marah dan lain sebagainya. Caranya dengan menyisipkan kode di bawah ini (Ganti text "indoglobaltech.com" pada baris 3 dan 4 dengan nama domain anda):
    RewriteEngine on
    RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
    RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)?indoglobaltech.com/.*$ [NC]
    RewriteRule \.(gif|jpg)$ http://www.indoglobaltech.com/dilaranghotlinking.gif [R,L]
Saran, masukan & koreksi anda pada artikel ini sangat kami nantikan. Jika anda merasa bahwa pada artikel di atas perlu perbaikan, silahkan submit komentar anda pada form komentar di bawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah menanggapi Artikel yang tidak berguna ini....